Sejumlah tanaman yang ditanam Pemkot Bandung, ternyata mengandung racun yang mematikan. Salah satunya, yaitu nerium oleander atau bunga mentega yang ditanam di sepanjang Jln. Ir. H. Juanda.
Hal tersebut pun diakui Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada. “Menurut pakar dari Unpad, ada pohon yang beracun di Kota Bandung. Tetapi itu harus diperjelas kembali,” kata Dada saat melakukan penanaman pohon di Kel. Cicaheum, Kec. Kiaracondong, Kamis (29/1).
Menurut pakar biologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Taufikurahman, di Kota Bandung memang banyak tanaman yang mengandung racun. Bahkan dengan sangat mudah ditemui di sisi jalan.
Salah satunya yaitu oleander atau bunga mentega di sepanjang Jln. Ir. H. Juanda. Diungkapkannya, tanaman perdu tersebut dapat mematikan jika daunnya dikonsumsi manusia. Bahkan, sepucuk daun bunga mentega dapat mematikan orang dewasa.
Selain oleander, sejumlah tanaman lainnya, yaitu alamanda, saga, kecubung, dan datura. Dijelaskan Taufikurahman, getah alamanda dan biji saga dapat menyebabkan terganggunya sistem pencernaan.
Kendati demikian, tanaman yang beracun tersebut tidak akan berbahaya, jika tidak dikonsumsi oleh manusia. “Racun itu sebagai proteksi tanaman terhadap serangan serangga. Agar serangga tidak menyerang tanaman itu,” katanya.
Tanaman lainnya yang dapat mengganggu kesehatan manusia, yaitu acacia mangium. Serbuk bunga pohon tersebut, dapat menyebabkan alergi bagi manusia.
Namun Taufikurahman menganjurkan kepada Dinas Pertamanan Kota Bandung, untuk mengganti tanaman-tanaman tersebut. Terlebih, jumlah tanaman beracun tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak. Prediksinya hanya sekitar 5%, dari jumlah tanaman yang ada di Kota Bandung. “Lebih baik diganti yang lain. Karena bisa jadi tanaman tersebut digunakan oleh orang untuk tujuan yang lain,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan (Distam) Kota Bandung, Yogi Suprdjo mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan ahli tanaman terkait hal tersebut. Distam Kota Bandung pun belum berencana mengganti sejumlah tanaman, yang diduga mengandung racun tersebut. “Ya kita akan berkoordinasi dulu. Nanti baru akan kita tentukan rencana selanjutnya,” katanya. (B.98/fanda.job)**